Skip to content

LOVE PART 2

17 November 2011

LOVE PART 2

Langit malam itu gelap sekali, sepertinya akan turun hujan. Cuky mungkin tidak sadar akan hal itu, ia tidak mempercepat langkahnya dan malah berjalan lemah menuju restoran pizza. Diingatnya lagi kejadian yang baru saja terjadi.
‘’Pria sepertimu, aku tidak membutuhkannya.’’ Begitu kata Dina tadi.
‘’Pria sepertiku, aku ini bukan pria. Mana mungkin seorang pria membuat gadis yang sangat dicintainya kecewa. Ya, aku memang salah..tapi, apa itu artinya dia memutuskan hubungan denganku?’’ Cuky berjalan lagi dalam kesedihannya.
Sementara itu, Dina baru saja masuk ke dalam mobil Yuri yang menunggunya sejak tadi. Dina berusaha menahan tangsinya. Tapi ia tetap saja menangis. Bukan karena ia perempuan, tapi hatinya memang sedang terluka.
‘’Maafkan aku.’’ Ucapnya sepelan mungkin, berusaha agar Yuri tidak mendengarnya.
‘’Kau…tidak apa-apa?’’ tanya Yuri dari belakang kemudi.
‘’Ya.’’ Mobil itu pun pergi, menjauh dari kampus ditengah malam yang mencekam.
Hari ini Cuky tidak ada kuliah, ia harus bekerja seharian penuh di restoran. Tapi sikapnya sangat berbeda dari biasanya, ia terlihat murung. Menyadarinya bos yang melihatnya menuruni tangga, memanggilnya.
‘’Hei, Cuky, ada apa denganmu?’’ Cuky tak menanggapi pertanyaan bosnya, ia dengan seragam lengkap pelayan pizza dengan pakaian merah dan sepotong celana jeans panjang segera memulai pekerjaannya hari itu.
‘’Ada apa dengan anak itu?’’ bingung bos.
Dina baru terbangun dari tidurnya. Dirabanya tempat tidur empuk warna putihnya itu. Nuansa putih batik sangat jelas terasa di kamar itu. Dibukanya selimutnya lalu melangkah masuk menuju kamar mandi, sekilas terlihat matanya sembab karena menangis semalaman. Perpisahan itu menyakitkan.
Didepan apartemen, Yuri menunggu diluar. Ia tahu Dina mungkin masih mandi jam segini, percuma menekan bel terus menerus. Agak lama memang, menunggu pintu untuk terbuka.
‘’Iya.’’ Yuri tersenyum melihat Dina membukakan pintu.
‘’Ada apa?’’ tanya Dina yang heran melihat kedatangan Yuri sepagi ini. Yuri membetulkan posisi duduknya diatas sofa yang lagi berwarna putih lembut itu. Mereka sedang berbincang bersama di ruang tamu.
‘’Ada kabar baik untukmu. Kau tahu, kau didaulat untuk menjadi mc di acara N’tv music award, besok malam.’’ Beritahu Yuri yang juga menjadi manager Dina.
‘’Benarkah? Tapi apa tidak terlalu mendadak. Bukankah perlu satu minggu untuk persiapan acara seperti ini?’’
‘’Ya, itu karena kau adalah mc pengganti. Kau belum lihat beritanya, Gina yang menjadi mc sebelumnya harus mendapat perawatan di rumah sakit, mereka memilihmu sebagai gantinya.’’ Dina hanya tersenyum kecil mendengarnya.
‘’Ada apa dengannya ya?’’
‘’Entahlah, tapi sepertinya ia seorang pelayan.’’ Bos yang baru datang segera berlari ke dalam restorannya mendengar bisik-sisik yang terdengar itu.
‘’Maafkan aku.’’ Cuky menunduk meminta maaf. Tapi, pengunjung laki-laki itu sepertinya sudah sangat marah.
‘’Minta maaf? Kau pikir dengan minta maaf semua masalah akan selesai?’’
‘’Tunggu!’’ Bos dengan terburu-buru menghampiri mereka.
‘’Ada apa ini?’’ tanya bos.
‘’Apa kau bosnya?’’
‘’Ya.’’
‘’Lihat, pelayanmu ini sudah menumpahkan jus ke baju pacarku. Lihat, baju ini sekarang kotor kan?’’ Bos melihat ke arah baju pacar laki-laki itu yang memang kotor tertumpahi jus. Ia menatap Cuky yang ketakutan.
‘’Baiklah saya akan menggantinya.’’ Tegas bos.
‘’Bos…’’ heran Cuky.
Masalah sudah selesai sekarang, kedua pengunjung itu pun sudah pulang, pengunjung yang lain dapat makan dengan nyaman. Tapi, Cuky…
‘’Ada apa denganmu sebenarnya? Tadi pagi kau terlihat sangat murung, tidak seperti biasanya. Mmm?” prihatin bos.
‘’Maafkan aku. Aku…hanya sedang sedih saja.’’ Bos baru saja akan bertanya lagi, soal mengapa Cuky bersedih. Tapi, ia baru sadar tidak baik bertanya terus tentang kehidupan pribadi seseorang. Jadi, ia menasehati anak temannya itu.
‘’Ya, aku tahu, anak sepertimu pasti banyak masalah yang akan membuatmu sedih. Tapi, jangan lari dari masalahmu, cobalah untuk mengahadapinya. Ah apa ini masalah cinta? Atau sebuah perpisahan? Mmm? Dengarkan aku baik-baik, Jika kau kehilangan seseorang atau ia meninggalkanmu, kejar ia sekali lagi, mungkin ia akan sadar dan berbalik untuk melihatmu. Tapi, jika ia tetap meninggalkanmu, lepaskan ia. Kelak akan datang seseorang yang lebih memahami dirimu. Kau mengerti?’’ Selepas itu, Cuky kembali seperti diriya, periang, meski masih ada yang mengganjal perasaannya. Tapi paling tidak ia punya tujuan hidup, satu, berjuang sekali lagi untuk mendapatkan hati Dina. Ya, ia harus bisa.
Hari ini, Dina akan memulai latihannya. Ia turun dari mobil dari silvernya dan melangkah masuk menuju gedung pertunjukan. Dengan pasti ditemuinya seorang crew yang berdiri di depan panggung.
‘’Ini naskahnya. Aku harap kau bisa mempelajarinya dengan cepat.’’ Ucap crew wanita itu sambil memberikan sebuah naskah acara dan berlalu pergi.
Dari luar gedung, fans-fans dari Juno, anggota boyband T’Boyz berharap-harap cemas menunggu idolanya untuk latihan. Mereka memang tidak dobolehkan masuk, tapi melihat idolanya berjalan masuk gedung itu saja sudah cukup, sangat cukup mestinya.
‘’Apa dia tidak datang?’’ tanya seorang fans pada temannya yang lain. Cecile, salah satu J’yes, sebutan bagi fans Juno baru saja masuk kedalam kerumunan J’yes yang lain. Ia gadis yang sepertinya masih anak SMA, terlihat dari seragamnya. Rambutnya yang diikat kiri dan kanan dan giginya yang berbehel pink agak kekanak-kanakan.
‘’Itu dia.’’ Juno yang dikawal ketat oleh beberapa pengawal pribadi dengan santai terus berjalan. Sesekali, dilemparkannya senyumnya. Gayanya sangat cool, style rambutnya juga sangat keren, dengan celana jeans abu-abu ketat dan jaket bebulu coklat, dibukanya kacamatanya sambil memandang ke arah para J’yes. Cecile, dia hampir pingsan seketika.
‘’Udaranya sangat dingin disini.’’ Juno yang baru masuk langsung didatangi crew wanita yang juga menghampiri Dina tadi. Ia sudah mendapatkan naskahnya sekarang, dibukanya sambil terus berjalan, tiga pengawal pribadinya yang berotot dan crew wanita tadi terus mengikutinya.
‘’Apakah kau mau, kami menurunkan suhunya?’’ tanya crew tadi.
‘’Tidak, aku pakai jaket. Kau tidak lihat?’’
‘’Oh iya.’’ Angguknya.
Juno berhenti. Ia melihat ke arah Dina yang sedang membaca naskahnya di salah satu kursi penonton.
‘’Kalian tidak perlu mengikutiku terus. Aku akan memanggil kalian nanti.’’
Juno berjalan lagi, dihampirinya Dina dan langsung duduk disebelahnya.
‘’Merah.’’ Dina yang menyadari kedatangan Juno melihat ke sebelah kanannya. Ia tidak bersuara sedikit pun, tapi mimiknya seperti bertanya apa maksud perkataan Juno itu.
‘’Merah, aku tidak suka warana itu. Norak. Bajumu, apa kau tidak punya perancang busana lain yang lebih keren Nona?’’ledek Juno.
Dina melihat ke arah gaun yang dipakainya, warna merah.
‘’Kau Juno kan? Perkenalkan aku Dina, aku yang akan menggantikan Gina sebagai mc.’’ Dina berusaha untuk tidak memperdulikan perkataan Juno tadi. Diulurkannya tangannya.
Juno hanya melihat tangan itu, tak menjabatnya. Ia malah tertawa.
‘’Dina? Namamu Dina? Kau artis baru ya? ini baru pertama kali aku mendengar namamu.’’
‘’Iya, aku memang baru untuk soal ini. Tapi, namaku menjadi trending topic twitter pada debut filmku dua minggu yang lalu.’’
‘’Oh ya? aku baru tahu kalau prestasi sekecil itu saja bisa membuat artis baru sepertimu sangat senang. Tidakkah kau berpikir itu sangat lucu?’’ Dina sudah tidak bisa bicara lagi, ia lebih baik pergi. Ia pun berdiri, dan hendak beranjak pergi. Tapi, Juno menarik tangannya lalu memeluknya erat. Dina diam.
~Bersambung~
Komen yaw…

Iklan

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: