Skip to content

LOVE PART 4

17 November 2011

LOVE PART 4

‘’Maaf, maafkan kami ya nak. Sebagai gantinya, ini. Terimalah ini.’’ Ibu pemilik restoran sate itu memberikan sebungkus sate secara gratis pada Cuky. Tadinya Cuky ingin tersenyum senang, tapi kemudian ia malah bergaya so cool. Dilihatnya Cecile yang ternyata adalah anak pemilik restoran sate ini.
‘’Jangan seperti itu lagi ya dik.’’ Cecile yang dipanggil adik oleh Cuky hanya memelototi pria itu.
‘’Baiklah, terima kasih. Aku pamit.’’ Pamit Cuky, ia kemudian berbalik pergi.
‘’Sudah kubilang jangan berbuat seperti itu lagi, itu tidak sopan kau tahu? Kenapa kau pulang semalam ini?’’ tanya Ibu pemilik restoran.
‘’Sudah kubilang hari ini aku ada kursus Bu.’’
‘’Ya…’’
‘’Astaga! Hampir saja aku lupa, Juno, dia kan menjadi mc malam ini. Apa acaranya sudah dimulai?’’ Cecile segera naik ke lantai dua menuju kamarnya.
‘’Ada apa dengan anak itu?’’ Ibunya menggeleng.
Beberapa artis baru saja turun dari mobil mereka menaiki tangga dan masuk ke dalam gedung acara. Terlebih dulu mereka melewati red carpet. T’ra, anggota girlband Ey’es yang akan mewawancarai artis di red carpet ini.
‘’Hi, saya dari Ey’es yang akan menemani kita semua disini. Siapa artis yang akan datang ya? Mmm, mari kita kesebelah sini, lihat siapa yang datang? Fame dari boyband T’Boyz, apa kabar?’’
‘’Baik.’’
‘’Apa konsep busanamu malam ini?’’
‘’Yang kupakai ini adalah rancanganku sendiri. Sebulan yang lalu aku sudah belajar menjadi seorang desainer, apa ini terlihat keren?’’
‘’Sangat keren.’’ Puji T’ra. ‘’Bagaimana tanggapanmu tentang Juno dari T’Boyz yang akan menjadi mc utama?’’
‘’Sebenarnya aku sedih karena tak terpilih.’’
‘’Benarkah?’’
‘’Tidak, aku sudah pernah menjadi mc tahun lalu. Yang aku ingin katakan, fighting!’’ tutup Fame.
Sementara itu Cuky baru sampai di restoran pizza.
‘’Hai semua..’’ sapanya sambil melepaskan sepatu.
‘’Kenapa tidak ada yang menjawabku ya? dimana mereka semua?’’ bingungnya. Kemudian melangkah menaiki tangga. Benar, ternyata mereka semua sedang berada di lantai dua, asik menonton tv.
‘’Sepertinya sangat seru, apa yang kalian tonton?’’ tanya Cuky.
‘’Jangan berisik, acaranya akan dimulai sebentar lagi!’’ perintah Edo, satu-satunya koki yang bekerja disini. Cuky juga melihat bosnya disana, sama-sama menunggu acara yang akan dimulai. Dengan sedikit penasaran, Cuky ikut duduk bersama mereka.
Acara dimulai, semua bersiap.
‘’Three, two, one, on air!’’
‘’Selamat malam semua.’’ Sapa Dina bersamaan dengan Juno. Mereka kemudian saling menatap.
‘’Wah, gadis disebelahku, ada yang mengenal gadis cantik ini?’’ selidik Juno sambil mengembangkan senyumnya.
‘’Malam, namaku Dina, Aku adalah mc pengganti. Terimakasih atas pujianmu itu ya Juno.’’
‘’Siapa yang memujimu?’’ Dina dibuat kikuk, agak takut dan malu.
‘’Ah?’’
‘’Mulai sekarang sepertinya kau harus belajar bagaimana membedakan fakta atau sekadar pujian. Sudah, ayo kita mulai acaranya. Aku bisa gila melihatimu terus.’’ Dina tertawa renyah, diikuti Juno yang tersenyum memikat.
‘’Oh, jadi pria itu yang disukai Mina?’’ Edo mulai membicarakan calon pacarnya, pelayan di restoran sebelah.
‘’Cuky, dia tidak terlalu tampan kan?’’
Cuky tidak sepenuhnya sadar, ia masih merasa Dina yang sekarang wajahnya menghiasi tv adalah miliknya seutuhnya, bukan milik pria lain, ataupun Juno.
‘’Tapi, dia memang keren.’’ Edo yang mendengar jawaban Cuky memulai cemberutnya, sementara bos sudah ditahu kalau ia menunggu penampilan Nona Ressa, penyanyi klasik yang sudah berumur.
‘’Ibu…’’ Cecile memeluk bonekanya, ia menjerit tiba-tiba melihat Juno menatap Dina lagi. Ibunya yang sudah tahu hanya menggerutu dari balik selimutnya.
Penampilan Nona Ressa membuat bos lupa akan dirinya. Edo melihat tampang bos yang seketika menjadi bodoh. Cuky yang duduk agak dibelakang, masih cemburu.
‘’Bagaimana penampilan Nona Ressa tadi? Mmm? Bagus ya?’’ Dina memulai membawa acara lagi. Bos mengangguk setuju.
‘’Sekarang siapa yang akan tampil? Juno? Dimana dia?’’
‘’Aku disini.’’ Panggung yang tadinya gelap berubah menjadi sangat terang, sorak-sorai penonton terdengar sangat keras. Jelas, T’Boyz akan tampil sebentar lagi.
‘’Ini lagu untuk wanita yang sangat cantik malam ini, girl, I need a girl.’’ Ucap Juno yang langsung membuat semua penonton histeris. Wanita itu, mungkin Dina.
Lagu girl I need girl milik T’Boyz mulai menggema ke seluruh ruangan, tak terkalahkan meskipun penonton menjerit sangat keras. Cecile yang melihatnya hanya dari tv saja sudah bergetar. Ia bahkan memegangi dadanya, rasanya hati ini akan hilang seketika.
‘’Apa pria seperti ini yang disukainya?’’ Cuky memajukan bibirnya, bodoh, ini justru terlihat sangat lucu saat ia cemburu.
‘’Semua mengidolakanmu.’’ Ucap Dina dibelakang panggung saat acara sudah selesai, entah untuk memuji atau apa, hanya ia yang tahu.
‘’Kau sudah tahu bagaimana diriku sebenarnya?’’ Juno menatap Dina tepat pada matanya, Dina mengalihkan pandangannya, tapi Juno malah makin mendekat, dan terlihat berbisik.

Dina berada di kamarnya, ia baru saja mengganti pakaiannnya, dikeringkannya rambutnya.
‘’Tunggu sampai besok, apa yang akan terjadi.’’ Ucap Juno semalam penuh teka-teki. Tidak mau memikirkannya, ia mengambil handphonenya untuk menelpon Yuri menanyakan soal dramanya tahun depan. Tapi, Yuri justru yang terlebih dulu menelponnnya.
‘’Ada apa?’’
‘’Cepat…cepat nyalakan tv. Lihat!’’ ucapnya putus-putus. Mendengar itu semua, Dina segera menyalakan tv di kamarnya.
‘’Aku tidak tahu apa tadi malam dia itu bidadari atau bukan. Yang jelas, aku jujur kalau ia memang sangat cantik.’’
‘’Apa kau menyukainya Juno?’’
‘’Tidak. Maksudku, aku tidak tahu, aku belum mengerti perasaanku ini. Tanyakan padanya apa dia menyukaiku atau tidak. Beritahu aku ya.’’ Setelah memberi penjelasan, Juno segera masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya.
‘’Lihat, dia pasti sudah melihatnya.’’ Senyumnya dari dalam mobil.
Yuri menelpon lagi.
‘’Kau sudah melihatnya?’’
‘’Ya.’’
‘’Katakan, apa kau menyukainya?”
‘’Apa maksudmu?’’
‘’Apa kalian pacaran?’’
‘’Tidak.’’
‘’Benarkah?’’ suara Yuri mulai terlihat lemah. ‘’Baiklah, kalau begitu.’’ Putus Yuri.
Bel apartemennya berbunyi, Dina agak bingung, setahunya hanya Yuri yang tahu apartemennya, tapi bukankah Yuri baru saja menelponnya. Dia tidak berada di sekitar sini kan? Tapi jika tidak ini siapa?
Takut-takut Dina membukanya. Tidak ada seorang pun disini. Lalu…
‘’Apa ini?’’ Dina mengambil sebuah perekam suara yang hampir saja diinjaknya.
Ditekannya satu-satunya tombol yang ada, terdengarlah suara Juno.
‘’Kau tahu siapa aku kan? Bagaimanapun aku memintamu untuk menjaga ini, setiap hari di saat malam tiba, kau akan mendengar pengakuanku.’’ Kata Juno tak jelas, Dina baru saja akan membuangnya.
‘’Jangan dibuang! Simpan.’’ Dina menatap perekam suara itu dengan aneh. Sementara itu Juno berada di apartemennya yang baru.
‘’Lebih baik seperti ini.’’ Ucapnya sambil menaruh perekam suara yang sama di atas mejanya. Dipandanginya seluruh penjuru ruangan.
‘’Kini kita sangat dekat.’’ Kau tahu, Juno, tetangga baru Dina.
~Bersambung~

Please komen, jelek gak jelek, tetep komen. I wait it here…

Iklan

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: