Skip to content

PostGirl

17 November 2011

PostGirl

Part 2
Ok, ketemu lagi dengan cerbung anehku ini. Di part kemaren, Ify memohon pada Reza, cowok yang udah dianggapnya Kakak ini agar mengijinkannya hidup mandiri, bukan mandi sendiri ya, keke..Dan Reza hmm, cowok ini cuma bisa pasrah. Nah sekarang lanjut bacanya.
Happy reading friends…

Bunyi bel apartemen Nick terdengar sejak tadi, Nick berusaha untuk tidak mempedulikannya, tapi itu benar-benar mengganggu tidurnya.
‘’Aishhh, mengganggu saja.’’ Ia melangkah keluar dari kamarnya dan menuju pintu apartemen, ia membukakan pintu.
‘’Ada apa?’’ ia setengah menatap setengah tidak pada manager Ja yang berdiri di hadapannya.
‘’Kenapa kau tidak bersiap-siap?’’ tanya Manager Ja, ia memperhatikan Nick yang masih acak-acakan.
‘’Kenapa memangnya? Bukankah ini hari minggu?’’
‘’Ya, kau benar tapi ada show hari ini.’’
Nick masih berada di kamarnya, ia sudah mandi dan berganti pakaian, tapi ia tidak mau juga keluar. Di luar, Manager Ja duduk menunggu di sofa. Ia terus memperhatikan jam yang terus berputar, ini acara live, jika telat akan sangat memalukan.
Sementara Manager Ja masih memperhatikan jam, di dalam kamar Nick sibuk berpikir, ia sedang menyusun rencana untuk kabur. Ia sangat membenci variety show. Dan ini hari minggu, kenapa ia harus bekerja juga?
‘’Bagaimana ini, aku harus bagaimana? Aha!’’ Nick setengah berteriak, ia takut suaranya akan terdengar oleh manager Ja. Dibukanya handphonenya, lalu ia memulai mebuka twitter, di tweetnya ~I’m in Laksamada Hotel, come!’’ Ia tersenyum licik.
Sekarang fans sudah memenuhi tempat parkir hotel, beberapa diantaranya memaksa masuk, tapi tetap saja tidak bisa.Nick , dia memang terkenal punya banyak fans, dengan wajah sangat tampan yang dimilikinya, ia dengan gampang meraih popularitas. Bahkan lebih banyak fans fanatic yang ia miliki ketimbang penggemar yang biasa saja, itu sudah pasti, yang datang ke hotel adalah fans fanaticnya. Dua orang berjalan menuju kerumunan itu, yang meski sudah dijaga seketat mungkin, tetap saja semakin kisruh.
‘’Kau yakin ini hotel yang dimaksud Mr. Melted?’’ Mr melted, itu adalah nama yang diberikan fans untuknya, mereka, para fans itu selalu meleleh setiap melihat Nick beradu akting di layar kaca. Hem, Mr. Melted.
‘’Iya, kalau bukan ini, memangnya ada Laksamada Hotel lain?”
Gadis itu menganguk mendapat jawaban temannya itu. Tak lama, mereka yang masih berseragam SMP itu masuk memenuhi kerumunan para NiTime.
‘’Masuk!’’ seseorang yang tadi mengetuk pintu masuk dengan tergesa-gesa. Manager Ja heran dan bertanya pada Tuan Adnan, supirnya.
‘’Ada apa?’’
‘’Ada banyak fans diluar, semua menjadi tak terkendali.’’ Jelasnya, Manager Ja bangkit dan pergi keluar mengikuti supirnya.
Nick menempelkan telinganya pada pintu kamarnya, ia sedang menerka-nerka apakah Manager Ja sudah pergi atau belum, dan tidak ada suara yang terdengar, ia yakin Manager Ja pasti sudah pergi. Dengan tetap mencoba tak berisik, ia keluar dan menutup pintu kamarnya kembali, lalu berjalan pergi. Ia harus kabur sebelum Manager kembali.
‘’Nick! Nick!’’ panggil NiTime terus menerus, Nick mendengarnya sangat jelas, ia bahkan berjalan sembunyi-sembunyi bukan untuk menhindari fansnya tapi Manager Ja.
‘’Sudah saya katakan, Nick tidak ada disini!’’ tegas Manager Ja, saat Nick masih melangkah, mencoba berjalan keluar. Dengan memakai jaket putih, dan sebuah topi, ditambah kaca mata membuatnya berhasil melewati lobi dan para fans itu. Hem, penyamaran yang sederhana sebenarnya.
‘’Terimakasih ya kak, terimakasih atas bantuanmu selama ini. Selamat tinggal.’’ Pamit Ify. Reza hanya menatapnya lemah, matanya tidak bisa menyembunyikan kesedihannya lagi, memang Ify tidak akan pergi jauh, ia hanya tidak akan mampir setiap hari ke café dan rumah kecilnya, karena Ify berencana mencari pekerjaan, tapi tetap saja, ia merasa kehilangan.
Ify tak mendapat jawaban apapun dari Reza, meski begitu, ia tetap berbalik dan melangkah menjauh, melewati gang itu perlahan.
‘’Ify!’’ panggil Reza. Ify berhenti dan berbalik.
‘’Ya?’’ tanyanya.
‘’Apa kau menyayangiku?’’ Ify sedikit bingung.
‘’Hem, maksudku, jika kau menyayangiku, kembali padaku, aku akan selalu menunggumu. Jangan lupa makan, jangan terlalu lelah bekerja, kau mengerti?’’ Ify menganguk penuh senyum. Kemudian ia berjalan lagi, semakin menjauh.
‘’Ingat pesan kakakmu ini!’’ teriak Reza yang samar-samar di dengat Ify.
‘’Ah, ada apa ini? Kenapa lampu merah!’’ kesal Nick yang membawa sendiri mobilnya, yap ia berhasil kabur.
Sementara itu di apartemen, Manager Ja masih sibuk dengan NiTime yang merepotkan itu. Supirnya datang dan membawa kabar yang mengejutkan.
‘’Tidak ada. Dia sudah pergi.’’ Manager Ja menahan emosinya, ia sangat kesal, Nick telah menipunya.
‘’Cepat cari dia!’’ perintahnya.
Bunyi klakson mobil di belakang Nick terus berbunyi sejak tadi, Nick tak menyadarinya karena ia malah tertidur, sampai seseorang menggedor kaca mobilnya. Ia membukanya.
‘’Maaf. Maafkan aku.’’ Ucapnya sopan. Ia memperhatikan gadis yang menatapnya dengan tatapan aneh dan sedikit tidak percaya itu, Nick harap dia bukan NiTime.
‘’Hei lihat, dia Nick.’’ Nick yang terkejut langsung menutup pintu mobilnya dan berusaha pergi, ia melajukan mobilnya dengan sangat cepat.
Terjadi adegan kejar-kejaran antara Nick dan NiTime, sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh Nick sebelumnya. Ia tetap memimpin berada di depan, dan beberapa mobil berusaha mengikutinya dari belakang.
Ia terus melaju dengan sangat cepat, dan ia menekan klakson dengan kaget sambil berteriak.
‘’Hei nona, minggirlah!’’ teriaknya dari dalam mobil yang tentu tak di dengar oleh gadis yang berjalan santai di depannya. Jalan itu memnag sangat sempit dan hanya cukup satu mobil yang bisa melaluinya.
‘’Aaaa!’’ teriak Nick kaget sambil menekan rem kaki pada mobilnya. Ia menyembunyikan kepalanya di bawah stir mobil dan perlahan mengangkat wajahnya dengan setengah takut. Ia tidak melihat gadis itu, ia telah menghilang. Apa gadis itu terabrak olehnya? Arghh tidak! Nick keluar dan mencari gadis itu. Nick menutup pintu mobilnya, dan ia mendapati gadis itu berada di trotoar sedang merintih kesakitan denga siku yang berdarah.
‘’Hei..Apa kau tidak apa-apa?’’ tanya Nick langsung. Gadis itu mengangkat wajahnya dan menatapa Nick. Nick tersenyum.
‘’Jadi kau yang menabrakku? Ha?’’ Ify, ya gadis itu adalah Ify, ia mulai berdiri.
‘’Kau tahu siapa aku kan? Aku Nick.’’ Ungkap Nick penuh percaya diri.
‘’Tidak.’’ Ceplos Ify.
‘’Benarkah kau tidak tahu?’’ Nick terlihat curiga, ia masih yakin Ify adalah salah satu NiTime-nya.
‘’Auhh.’’ Jerit Ify sambil memegangi sikunya. Nick dengan spontan memegang siku Ify dan mencoba memeriksa lukanya. Ify lagi-lagi menunjukan sikap yang menurut Nick aneh, ia memukul lengan Nick dan mulai marah-marah.
‘’Apa-apaan kau ini, jangan sentuh aku!’’
‘’Apa?’’ Nick yang masih bingung mendengar suara-suara NiTime yang memnaggilnya agak jauh.
‘’Iku aku!’’
‘’Apa?’’ tanya Ify.
‘’Cepat ikut aku!’’
‘’Tidak mau!’’ Ify berjalan pergi, tapi Nick menariknya dan memaksanya masuk, Ify masuk juga. Mereka akhirnya kabur bersama.
Di dalam mobil Ify berusaha membuka kaca mobil dan berteriak minta tolong.
‘’Tolong! Tolong aku! Hei, aku diculik Tolong aku!’’ teriaknya sekuat mungkin.
Grrr… udah nyampe part 2, gimana? Apa? Apa? Apa? Dimana? Dimana? Dimana komen kalian? Don’t be silent readers guys!

Iklan

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: